Skip to main content
Home Bisnis Kesehatan Info Gadget Pengetahuan ×

Olahraga yang Paling Membakar Lemak dengan Pola LISS dan HIIT

Olahraga Low Intensity Steady State
Banyak dari kita yang menginginkan tubuh yang ideal, bahkan ada yang rela melakukan diet ketat dan melakukan berbagai olahraga. Bahkan pasti sempat terlintas di fikiran kita "Olahraga atau latihan apa yang paling bisa menguras atau membakar lemak saya?"

Di pembahasan kali ini saya tidak akan membahas jenis olahraga tertentu.

Tetapi yang akan saya bahas adalah bagaimana pola latihannya. Pola olahraganya.

Jadi secara umum, program latihan ini dibagi dua.

Yang pertama adalah LISS, atau Low Intensity Steady State merupakan olahraga kardio yang dilakukan dengan tingkat aktivitas yang rendah, tapi dalam jangka waktu yang lama.

Waktunya berkisar selama 20-45 menit. Beberapa Contoh olahraga LISS yakni berenang, bersepeda, joging santai, lompat tali, dan sepeda statis.

Dan yang kedua adalah HIIT, atau High Intensity Interval Training adalah olahraga kardio dengan intensitas tinggi yang dilakukan dalam waktu singkat, sekitar 10-20 menit.

Meskipun waktu singkat, dengan olahraga ini sama manfaatnya dengan 2 kali olahraga intensitas sedang.

Jadi, kedua program latihan ini berbeda.

Yang pertama ingin saya bahas adalah LISS atau yang biasa kita sebut dengan aerobic.

Jadi ini berbeda definisinya dengan aerobik yang sedang anda pikirkan sekarang, Seperti ‘saya mau pergi olahraga dulu’. ‘Saya mau pergi aerobik dulu’. Jadi, hal ini berbedaa, erobik yang saya maksudkan disini adalah dengan udara. With air.

Sedangkan yang HIIT itu anaerobic. Penjelasannya seperti ini.

Kita bahas dulu yang Low Intensity Steady State.

Jadi LIIS ini adalah anda melakukan kegiatan olahraga seperti jalan santai, kemudian renang ringan, atau bersepeda santai dengan kecepatan konstan dan tidak membuat denyut jantung anda berdebar dengan kencang.

Dan bahkan sambil melakukan olahraga tersebut, anda bisa SMS’an, chatting, anda bisa ngobrol dengan teman anda.

Jadi kelebihan dari olahraga ini yaitu 30 menit pertama yang dibakar adalah gula darah atau stok gula di dalam tubuh anda dulu.
Kemudian 30 menit selanjutnya, barulah lemak anda dibakar.

Jadi, misalkan anda berolahraga selama 45 menit. 30 menit pertama adalah gula dahulu yang dibakar. Setelah itu, baru lemak anda dibakar selama 15 menit. Dan lemak anda dibakar saat olahraga itu saja.

Berbeda dengan HIIT. Maksudnya adalah program latihan seperti tadi.
Dimana intensitasnya diatur. Mungkin gampangannya saya bisa kasih contoh begini.

Anda yang sekarang sedang berjalan, tiba-tiba anda dikejar anjing. Itu tadi adalah prosesnya.
Jadi anda berjalan dengan konstan, denyut jantung anda tidak terlalu berdebar kencang, tiba-tiba anda dikejar anjing dan anda lari secepatnya.
Jadi, itu perbedaannya. Ketika anda lari secepatnya, denyut jantung anda akan berdegup kencang.

Kemudian rasanya jantung seperti mau pecah. Dan otot-otot anda bekerja maksimal ketika berlari. Akhirnya, yang terbakar saat itu kalori. Itu pasti terbakar. Jadi yang pertama adalah gula.

Lalu, olahraga apa saja  yang bisa dilakukan dengan program latihan HIIT tadi?

Sebenarnya, semua olahraga bisa dilakukan dengan program latihan HIIT. Baik itu lari, renang, kemudian bela diri, dan sebagainya.

Angkat besipun bisa. Tergantung apa yang anda lakukan sekarang dan carilah mentor atau coach untuk melatih anda dalam melakukan program ini.

Apakah anda masih bingung? saya akan beri contoh lagi.

Misalkan sekarang anda bersepeda santai selama 30 detik. Kemudian anda pacu sepeda anda dengan maksimal selama 30 detik lagi. Apa yang terjadi?
Disitu akan terjadi kontraksi otot anda yang maksimal. Kemudian denyut jantung anda yang berdetak lebih kencang.
Dan keesokan harinya, kemungkinan besar paha anda akan kram.

Sama seperti orang yang tidak pernah lari, jalan santai 30 menit, kemudian lari sprint. Keesokan hari, pahanya kemungkinan besar akan kram.

Jadi inti dari program HIIT ini adalah bukan lamanya waktu anda melakukan olahraga. Tetapi intensitasnya dinaikkan.

Jadi, waktunya lebih singkat. Mungkin 10 hingga 30 menit. Ada yang mengatakan jangan lebih dari 40 menit.

Lalu ada yang bertanya lagi, “Sudah tidak melakukan olahraga dan latihan seperti diatas tetapi lemak atau kalori tetap terbakar, kenapa ya??”.

Ada yang namanya EPOC effect.

Jadi EPOC ini kepanjangannya adalah Excess Post Exercise Oxygen Consumption.

Jadi setelah kita berolahraga dengan intensitas yang tinggi, contohnya tadi anda cuma jalan, tiba-tiba anda lari karena dikejar anjing.
Itu membutuhkan oksigen lebih banyak dan membakar kalori lebih banyak. Bahkan, setelah anda selesai olahraga.
Lebih mudahnya seperti ini.

Anda yang cuma latihan fisik seperti biasa, dibandingkan latihan fisik dengan intensitas tinggi, tentu saja akan membutuhkan kalori lebih banyak untuk dibakar dan oksigen lebih banyak untuk proses pembakaran kalori tadi.
Jadi sederhananya seperti itu.

“Lalu mana yang lebih baik untuk saya lakukan? Yang LISS atau yang HIIT?”

Lakukan keduanya. Karena ada plus dan minusnya.

Jadi, program HIIT ini tidak boleh anda lakukan setiap hari. Jadi, berikan waktu juga untuk tubuh anda beristirahat.

Di sela-sela anda melakukan program HIIT, mungkin keesokan harinya anda bisa melakukan program LISS tadi. Jadi sudah tahu ‘kan?

Mungkin bagi anda yang bertanya, “Saya sudah menyapu lantai. Saya sudah mengepel lantai di rumah.

Kok berat badan saya tidak turun-turun? Itu ‘kan sama saja dengan olahraga?”.

Itu karena anda santai, bu, bak, tante. hehehe

Jadi, anda boleh menyesuaikan kedua program tadi.

Dan saran saya, anda lakukan sesekali program HIIT.

Karena program ini lebih ampuh pada proses pembakaran kalori dan pembakaran lemak, bahkan ketika anda sedang tidur.

Oke, semoga penjelasan diatas ini menjawab pertanyaan anda.

‘Olahraga apa yang harus dilakukan untuk menurunkan berat badan atau membakar lemak saya lebih banyak’.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar